Ini dia 10 Transfer Termahal Sepanjang Sejarah Sepak Bola - Ronaldo dan Messi Tidak Terdaftar

Ronaldo - Messi

pradasports- Transfer pemain bukan hanya menjadi aktivitas rutin antarklub setiap musim, tapi telah berkembang menjadi panggung megah penuh drama, angka fantastis, dan ekspektasi tinggi. 

Di tengah panasnya bursa transfer, nilai perpindahan pemain kini menjadi indikator kekuatan ekonomi klub-klub elite Eropa.


Fenomena ini menciptakan rekor-rekor baru dalam sejarah sepak bola, dengan nilai transfer yang mencengangkan dan perhatian publik yang luar biasa. 

Uniknya, sudah tidak ada nama Cristiano Ronaldo yang pernah menjadi pemain termahal di dunia ketika dibeli Real Madrid dari Manchester United 2009.

Dari Neymar hingga Florian Wirtz, inilah 10 transfer pemain paling mahal sepanjang sejarah yang telah (atau belum) memenuhi ekspektasi mereka, menurut data dari TransferMarkt.


Transfer Mahal Tak Selalu Berbanding Lurus dengan Prestasi

Deretan nama di atas membuktikan bahwa harga tinggi tak selalu menjamin kesuksesan. Beberapa seperti Mbappe dan Dembele (belakangan) membuktikan nilainya, namun banyak pula yang gagal memenuhi ekspektasi.


Dengan nilai pasar yang terus meningkat, transfer fantastis kemungkinan besar akan terus terjadi. Namun, satu hal yang tetap berlaku: 

di atas semua angka dan spekulasi, hanya performa di lapangan yang akan menjadi penentu keberhasilan seorang pemain.

1. Neymar

(Barcelona ke PSG – GBP 191,3 juta, setara Rp 4,1 triliun)

Inilah transfer paling mahal dalam sejarah sepak bola. PSG mengguncang dunia saat membayar GBP 191,3 juta untuk Neymar pada 2017.

Sayangnya, Neymar lebih sering berada di ruang perawatan dibandingkan di lapangan. Ia tak pernah tampil lebih dari 31 laga per musim, dan gagal mengantar PSG meraih trofi Liga Champions yang mereka impikan. Hingga kini, rekor transfer tersebut belum tergoyahkan.

2. Kylian Mbappe

(AS Monaco ke PSG – GBP 155,1 juta, setara Rp 3,33 triliun)

PSG sukses mendatangkan Mbappe dari AS Monaco secara permanen pada 2018, setelah masa pinjaman semusim. Dalam tujuh tahun di Paris, ia menjelma menjadi salah satu penyerang terbaik dunia.

Mbappe mencetak 256 gol dan 96 assist dalam 308 laga, dan akhirnya pindah ke Real Madrid pada musim panas 2024. Transfernya dianggap sebagai investasi jangka panjang yang berhasil.

3. Philippe Coutinho

(Liverpool ke Barcelona – GBP 116,3 juta, setara Rp 2,5 triliun)

Barcelona sepertinya menjadi "kuburan emas" bagi banyak pemain bintang, termasuk Philippe Coutinho. Pindah dari Liverpool dengan label megabintang, Coutinho justru gagal menembus starting XI reguler di Camp Nou.

Puncak kariernya setelah pindah terjadi saat dipinjamkan ke Bayern Munchen pada musim 2019/2020, saat ia membantu tim meraih Liga Champions. Kini, ia bermain di kampung halamannya, Vasco da Gama.

4. Ousmane Dembele

(Borussia Dortmund ke Barcelona – GBP 116,3 juta, setara Rp 2,5 triliun)

Dembele datang ke Barcelona sebagai salah satu prospek muda terbaik dunia. Namun, kariernya dirusak cedera berkepanjangan.

Baru setelah pindah ke PSG, Dembele menemukan momentum. Bahkan, menurut laporan Sports Mole, ia kini jadi kandidat kuat peraih Ballon d'Or usai mencetak 35 gol dan 14 assist, serta mengantar PSG juara Liga Champions musim lalu.

5. Joao Felix

(Benfica ke Atletico Madrid – GBP 109,6 juta, setara Rp 2,35 triliun)

Joao Felix tiba di Atletico Madrid dengan status bintang masa depan. Namun, kariernya di bawah Diego Simeone jauh dari kata stabil. Performanya inkonsisten, dan ia kerap kehilangan tempat di tim utama.

Felix kemudian menjalani masa peminjaman di Chelsea, Barcelona, dan AC Milan, sebelum akhirnya bergabung dengan klub Arab Saudi, Al-Nassr.

6. Florian Wirtz

(Bayer Leverkusen ke Liverpool – GBP 107,7 juta, setara Rp 2,31 triliun)

Wirtz menjadi pemain teranyar dalam daftar ini usai pindah ke Liverpool pada Juli 2025. Pemain muda Jerman itu digadang-gadang sebagai suksesor lini tengah kreatif The Reds.

Meski belum mencatatkan debut kompetitif, Wirtz sudah unjuk kemampuan dalam laga pramusim, mencetak satu gol dari dua penampilan. Ekspektasi besar kini berada di pundaknya untuk membantu mempertahankan gelar Premier League musim ini.

7. Enzo Fernandez

(Benfica ke Chelsea – GBP 104,3 juta, setara Rp 2,24 triliun)

Diperkenalkan sebagai pahlawan Argentina usai menjuarai Piala Dunia 2022, Fernandez pindah ke Chelsea pada Januari 2023 dengan nilai mencengangkan.

Kiprahnya di Stamford Bridge baru menemukan bentuk terbaik pada musim lalu, saat pelatih Enzo Maresca mengubah posisinya lebih ke depan. Fernandez mencetak sembilan gol dan menyumbang 17 assist dari 53 laga.

8. Eden Hazard

(Chelsea ke Real Madrid – GBP 104,1 juta, setara Rp 2,23 triliun)

Impian Eden Hazard untuk membela Real Madrid akhirnya terwujud pada 2019. Namun, yang terjadi justru mimpi buruk. Ia hanya tampil 76 kali selama empat musim karena cedera yang terus menghantuinya.

Hazard hanya mampu mencetak tujuh gol dan sembilan assist—jauh dari penampilan magisnya bersama Chelsea di Premier League.

9. Antoine Griezmann

(Atletico Madrid ke Barcelona – GBP 103,4 juta, setara Rp 2,22 triliun)

Didatangkan dengan ekspektasi besar pada 2019, Griezmann gagal beradaptasi dalam sistem yang berpusat pada Lionel Messi di Barcelona. Ia mencetak 35 gol dari 102 laga, namun penampilannya dianggap tak sebanding dengan gajinya yang fantastis.

Setelah kembali ke Atletico Madrid secara permanen pada 2023, pemain Prancis itu justru kembali menemukan performa terbaiknya.

10. Jack Grealish

(Aston Villa ke Manchester City – GBP 101,2 juta, setara Rp 2,17 triliun)

Saat Manchester City merekrut Jack Grealish pada musim panas 2021, publik menganggapnya sebagai talenta Inggris terbaik yang layak diberi harga selangit. Namun, kontribusinya selama empat musim lebih banyak disebut mengecewakan.

Meski Grealish sukses meraih trofi Liga Champions, Premier League, dan FA Cup, ia hanya mencatatkan 17 gol dan 23 assist dari 157 laga. Kini, masa depannya di Etihad pun dispekulasikan, dan ia mungkin angkat kaki musim panas ini.

PARADA4D: Situs Agen Betting Bola Resmi Terpercaya


Nova Arianto Memperketat Pemain Timnas U-17 Indonesia Jelang Memasuki Piala Dunia U-17 2025

Nova Arianto Memperketat Pemain  Timnas U-17 Indonesia Jelang Memasuki Piala Dunia U-17 2025

pradasports- Nova Arianto, Pelatih timnas U-17 Indonesia, masih mempersiapkan timnya jelang berlaga di Piala Dunia U-17 2025.


Timnas U-17 Indonesia saat ini sedang berada di Bali untuk menjalani pemusatan latihan (TC).

TC ini dilaksanakan mulai tanggal 7 Juli hingga 6 Agustus mendatang.

Selanjutnya, agenda Garuda Asia adalah melaksanakan pertandingan uji coba di Medan pada bulan Agustus nanti.

Jadwal mereka semakin padat karena Piala Dunia U-17 akan dilaksanakan mulai bulan November nanti.

Nova Arianto memastikan semua pemain harus dalam kondisi siap untuk bertarung di Piala Dunia.

Fisik dan mental terus diasah karena lawan mereka akan berat dan berasal dari seluruh dunia.


Selain itu, dua melakukan pengetesan konsentrasi kepada Garuda Asia agar harus tetap fokus dengan instruksi selama pertandingan.

"Saya ingin melihat secara fokus pemain, bisa 100 persen ke dalam lapangan atau tidak," kata Nova Arianto dilansir BolaSport.com dari laman Antara.

Mantan asisten pelatih timnas Indonesia ini melanjutkan, pendekatan yang dilakukan Garuda Asia sudah sama dengan Piala Dunia.


Salah satunya dengan menggelar pertandingan tanpa penonton dan mereka akan berbagi lapangan latihan.


Dia ingin semua pemainnya bisa beradaptasi dengan kondisi ini dan mereka akan mempersiapkan semua aspek.


"Piala Dunia di Qatar nanti bersifat seperti festival dan pertandingannya sesuai di Bali yaitu terbuka."

"Tidak ada tribun penonton dan saat latihan kami akan berbaur dengan tim lainnya," lanjutnya.

Garuda Asia juga akan melaksanakan uji coba penting selama di Medan nanti.


Mereka nantinya akan menantang Afrika Selatan, Panama dan Tajikistan yang sama-sama lolos ke Piala Dunia.


Ini jadi sarana untuk mempersiapkan skema permainan dan membawa pemainnya berada di atmosfer pertandingan.

Proses seleksi juga terus berjalan karena dia masih belum menemukan skuad final Piala Dunia.


Tiga nama pemain diaspora yakni Lucas Lee, Nicholas Mjosund, kiper Mike Rajasa juga masih dinanti di TC ini.


"Kami masih menunggu konfirmasi terakhir siapa lawan yang akan kami hadapi."

"Untuk pemain sendiri memang tidak semua dibawa ke sana dan rencana akan ada 30 pemain."

PRADA4D: Link Alternatif Situs Judi Bola Resmi Terpercaya

"Kami masih menunggu situasinya tapi itu belum menjadi skuad terakhir kami menuju Piala Dunia," tutupnya.

Turnamen Grade2/Level 1 Badminton BWF, Tim Bulu Tangkis Indonesia Bawa 10 Medali

Turnamen Grade2/Level 1 Badminton BWF, Tim Bulu Tangkis  Indonesia Bawa 10 Medali

pradasports- Prestasi ditorehkan tim para bulu tangkis Indonesia saat mengikuti British & Irish Para Badminton International 2025.

British & Irish Para Badminton International 2025 adalah turnamen Grade 2/Level 1 dalam Sirkuit Dunia Para Badminton BWF yang pertama.

Diselenggarakan di Sport Wales National Centre, Cardiff, Wales, dari 22-26 Juli 2025. Dengan sepuluh Medali berhasil diraih oleh Leani Ratri Oktila dkk.


Rinciannya ada 5 medali emas, 2 medali perak dan 3 medali perunggu.

Leani Ratri Oktila masih menjadi ratu para bulu tangkis dengan sumbangsih dua medali emas.


Emas tersebut diraih Leani Ratri lewat nomor tunggal putri SL4 serta ganda putri SL3-SU5 berpasangan dengan Khalimatus Sadiyah.

Khalimatus juga sukses mendapatkan medali emas melalui ganda campuran SL3-SU5 saat berpasangan dengan Fredy Setiawan.


Dua emas lainnya datang dari ganda campuran SH6 lewat pasangan Subhan/Rina Marlina serta tunggal putra SU5 lewat Dheva Anrimusthi.

Raihan dua medali perak disumbangkan Qonitah Ikhtiar Syakuroh dari tunggal putri SL3 dan pasangan Dheva Anrimusthi/Briliansyah Prawiranegara dari ganda putra SU5.

Selanjutnya, tiga medali perunggu diraih Fredy Setiawan dari tunggal putra SL4, Khalimatus Sadiyah dari tunggal putri SL4 serta Rina Marlina dari tunggal putri SH6.


Koordinator Para Bulu Tangkis Indonesia, Jarot Hernowo, mengapresiasi raihan para atlet pada ajang bergengsi ini.

"Raihan lima medali emas, dua medali perak dan tiga medali perunggu sudah sesuai dengan target dalam keberangkatan menuju kejuaraan ini," kata Jarot Hernowo.


Dari lima medali emas yang dibawa pulang ke Indonesia, Jarot melihat kemajuan besar yang dicapai oleh Dheva Anrimusthi.


Peraih medali perunggu pada Paralimpiade Paris 2024 ini sukses mengalahkan atlet Malaysia, Muhammad Fareez Anuar.


Anuar sebelumnya menekuk peringkat nomor satu dunia klasifikasi SU5, Liek Hou Cheah, yang sering menjadi momok tunggal putra Indonesia.

"Single SU5 atas nama Dheva Anrimusthi saat ini menunjukkan prestasi yang baik dan peningkatan yang signifikan," tutur Jarot.


Nomor-nomor yang berbuah medali emas di Wales diproyeksikan menjadi andalan pada Paralimpiade Los Angeles 2028.


Meski begitu, atlet-atlet Indonesia masih harus waspada karena munculnya para jagoan baru yang sudah dipantau selama lima hari penyelenggaran di Wales.


"Target dari tim pelatih sekarang adalah mempersiapkan semua atlet dan mencermati lawan-lawan di setiap event," ucap Jarot.


Sementara itu, Dheva Anrimusthi menilai persaingan di turnamen kali ini sangat ketat.

Ia bersyukur bisa mendapatkan satu medali emas, meski sebenarnya memasang target dua medali emas.


"Alhamdulillah untuk sektor tunggal sudah sesuai target, bisa mendapatkan medali emas. Namun untuk gandanya belum bisa," tutur Dheva.


Raihan ini tak membuat Dheva berpuas diri. Menurutnya, peta persaingan di klasifikasinya, terutama nomor tunggal putra SU5 sangat ketat.

"Kita pasti ingin konsisten menjadi juara, tetapi kembali lagi bagaimana persiapan kita."


"Otomatis latihannya harus ditambah lagi, kekurangannya diasah lagi dan kelebihannya ditambah lagi. Jangan sampai kendor," ungkap Dheva.

Aprilia Siap Bersaing dengan Ducati Hingga Garis Akhir MotoGP 2025

Rivola - Aprilia Siap Bersaing dengan Ducati Hingga Garis Akhir MotoGP 2025

pradasports- Aprilia Racing memberikan ancaman serius kepada Ducati Lenovo pada paruh kedua MotoGP 2025.


Pada klasemen konstruktor MotoGP 2025, tim asal Noale itu berada di urutan kedua dengan 187 poin. Mereka terpaut 243 poin dari Ducati yang bertengger di posisi pertama.

Performa tim yang dipimpin Massimo Rivola kian menjanjikan, terutama setelah Marco Bezzecchi sukses menjuarai MotoGP Inggris, kemenangan pertama Aprilia musim ini.


Aprilia Optimistis Ganggu Ducati

Rivola pun optimistis Aprilia akan tampil lebih kompetitif di paruh kedua, terlebih dengan kembalinya sang juara bertahan Jorge Martin yang telah pulih dari cedera.

Balapan terdekat ialah MotoGP Austria yang berlangsung pertengahan Agustus mendatang.


"Melihat Bezzecchi menunggangi motor dan bagaimana dia beradaptasi di setiap sirkut, saya cukup optimistis. Kalau kami bisa melawan rider Ducati yang terlihat tak terkalahkan, kami yakin bisa mengalahkan mereka juga."

"Kami memiliki dua pembalap hebat. Kami tak sabar menyambut paruh kedua karena kami berada dalam level yang bagus," ucap Rivola dilansir Marca.


Aprilia Terus Menempel Ducati

Sejauh ini, Aprilia menjadi satu-satunya tim yang berhasil menyusup ke barisan depan klasemen pembalap, di tengah dominasi para rider Ducati, baik dari tim pabrikan maupun satelit.

Marco Bezzecchi berada di peringkat keempat dengan 156 poin, diapit oleh empat rider Ducati, Marc Marquez (Ducati Lenovo), Alex Marquez (Gresini Racing), Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo), dan Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team).

PARADA4D: SITUS BETTING SLOT77 RESMI TERPERCAYA 2025

Dengan momentum positif ini, Aprilia Racing tampaknya siap mengubah peta persaingan MotoGP 2025. Kehadiran duo Bezzecchi dan Martin menjadi harapan besar untuk mematahkan hegemoni Ducati di sisa musim.

Timnas Voli Putri Indonesia Semakin Percaya Diri di Ajang SEA V League 2025, Ini Alasannya

Timnas Voli Putri Indonesia Semakin Percaya Diri di Ajang SEA V League 2025, Ini Alasannya

pradasports- JAKARTA - Timnas Voli Putri Indonesia akan berjuang pada putaran pertama ajang SEA V League 2025.

Tim Srikandi Merah Putih ditargetkan bisa memperbaiki peringkat pada ajang antarnegara Asia Tenggara itu.


Pelatih Timnas Voli Putri Indonesia, Octavian mengatakan para atlet percaya diri datang SEA V League 2025.

Sebab, tim diperkuat oleh Megawati Hangestri Pertiwi yang bermain di kompetisi voli Korea bersama Daejeon CheongKwanJang Red Sparks.

Tidak hanya Megawati, dua pemain berpengalaman yakni Arsela Nuari Purnama, dan Asih Titi Pangestuti juga siap membantu Indonesia di SEA V League 2025.


Ketiganya diharapkan bisa menutup kekurangan Timnas Voli Putri Indonesia setelah tampil kurang mengesankan di AVC Nations Cup 2025.


Pada ajang antarnegara Asia itu, Timnas Voli Putri Indonesia hanya mampu finis di peringkat kelima setelah mendapatkan target menempati posisi runner up.


“Dengan kehadiran Megawati, dan Arsela kami punya memori bagus di 2019 saat bisa raih kemenangan melawan Vietnam. Mudah-mudahan kami bisa mengukir kembali tahun ini,”

Timnas Voli Putri Indonesia juga tampil kurang apik pada SEA V League 2024 dengan finis di posisi keempat.

Prestasi tersebut terbilang buruk mengingat pada edisi 2023 mampu menempati tempat ketiga.


Bahkan pada edisi perdana di 2019, Srikandi Merah Putih mampu menjadi runner up.

Kiprah Timnas Voli Putri Indonesia pada ajang SEA V League 2025 layak dinantikan.


Tisya Amallya Putri dan kawan-kawan dijadwalkan akan jumpa Vietnam pada laga perdana di Nakhon Ratchasima, Thailand, Jumat (1/8).

Baca Juga: Macau Open 2025 - 7 Wakil Indonesia Menyusul ke 16 Besar

Skuad Timnas Voli Putri Indonesia pada SEA V League 2025

Setter: Tisya Amallya Putri, Arneta Putri Amelian

Middle blocker: Shella Bernadetha, Asih Titi Pangestuti, Myrasuci Indriani

Opposite: Megawati Hangestri Pertiwi, Arsela Nuari Purnama

Outside hitter: Ersandrina Devega, Putri Nur Hidayanti, Mediol Stiovanny Yoku, Afifah, Ajeng Viona Adelea

Siapakah Panutan Pebalap dari Marc Marquez? Ini dia Sosok Sang Legend Tersebut

Grand Prix De France Le Mans 2012

pradasports- Keterampilan dan gaya seseorang, bisa memengaruhi orang lain, termasuk para pembalap kelas dunia, seperti Marc Marquez, yang kini delapan kali Juara Dunia di MotoGP.


Banyak yang menyangka ia menganggap Casey Stoner sebagai ‘suhu’ di dunia balap, namun ternyata Marquez malah mantan rekan setimnya di tim Honda, yaitu Dani Pedrossa yang menjadi inspirasinya.


Pada awal karirnya, Marquez bermitra dengan Pedrosa di tim pabrikan Honda di MotoGP sejak tahun 2013 hingga tahun terakhir Pedrosa sebagai pembalap full-time di akhir musim 2018.


Selain dengan Francesco Bagnaia, yang menang saat Marc terjatuh di Grand Prix Amerika pada bulan April, Pedrosa adalah satu-satunya rekan setim Marquez yang memenangkan Grand Prix saat berbagi garasi tim yang sama.


“Saya belajar banyak dari Dani Pedrosa, tetapi karena dia rekan setim dan dialah yang paling banyak mengajari saya cara mengendarai motor MotoGP, apa yang harus dilakukan untuk melaju kencang," ujar Marc Marquez kepada penyiar MotoGP Spanyol, DAZN. 

“Dani memiliki kekurangan, yaitu tinggi badan dan kekuatan,” katanya lagi, dilansir Crash.Net.

PARADA4D: Agen Betting Permainan Online Resmi Terlengkap 2025

“Saya mencoba membalap seperti dia, tetapi dengan lebih kuat dan sedikit lebih agresif. Itu saja, saya mencoba menirunya, karena dialah yang mengendarai motor saya,” ungkapnya.


Menurut lelaki asal Spanyol itu, ia menambahkan bahwa ada beberapa elemen yang ia coba tiru dari rival-rival lain yang pernah dihadapinya.

Baca Juga: Jadwal MotoGP Australia 2025 - Fabio Quartararo Klaim Saat ini Tak ada Pembalap Selevel Marc Marquez

“Saya telah belajar mengelola balapan seperti Valentino Rossi, mencoba menerapkan strategi hammer mode seperti yang dilakukan Lorenzo,” ujar pebalap Ducati Lenovo tersebut.


“Tapi Anda tidak bisa meniru rival, Anda harus mencoba mendekati kekuatannya, tetapi berkendaralah dengan cara Anda sendiri,” ungkapnya.


Kini, Marquez memasuki jeda musim panas MotoGP, setelah meraih gelar ganda Sprint-Grand Prix kelima berturut-turut di Grand Prix Ceko lebih dari seminggu yang lalu, dengan keunggulan 120 poin atas sang adik, Alex Marquez, di klasemen pembalap.

Macau Open 2025 - 7 Wakil Indonesia Menyusul ke 16 Besar

Chico Aura Dwi Wardoyo pastikan Sapu Bersih Macau Open 2025

pradasports- Kemenangan tunggal putra Indonesia, Chico Aura Dwi Wardoyo, menutup rangkaian perjuangan wakil Indonesia pada hari kedua Macau Open 2025.


Chico Aura Dwi Wardoyo mengalahkan Rithvik Sanjeevi Satish Kumar (India) dalam laga terakhir di Macao East Asian Games Dome, Makau, Rabu (30/7/2025).

Pemain yang kini berkarier independen itu tidak menemui kesulitan berarti sejak awal hingga menang dengan skor 21-16, 21-8.


Keberhasilan Chico membuat amunisi tunggal putra Indonesia bertambah, bahkan sapu bersih menuju babak 16 besar Macau Open 2025.

Sebelumnya ada junior-juniornya di Pelatnas dulu yaitu Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, dan Yohanes Saut Marcellyno yang kompak meraih kemenangan.

Alwi mengalahkan Cheam June Wei asal Malaysia sedangkan Ubed, sapaan akrab Ubaidillah, menundukkan Mads Christophersen dari Denmark.


Kejutan besar dilakukan Saut karena dia berhasil mengalahkan jagoan India, HS. Prannoy, dalam pertarungan tiga gim.


Perjuangan Saut lebih berkesan karena dia telah merangkak dari babak kualifikasi sehingga bertanding tiga kali dalam dua hari ini.

Sementara itu di ganda campuran, hasil pahit manis didapatkan skuad Merah Putih.


Dua wakil harus gugur dengan salah satunya kandas karena kalah dalam laga derbi. Mereka adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.


Rinov/Pitha tak berhasil membuktikan diri setelah tumbang dari Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dalam pertarungan tiga gim.

Hasil-hasil hari ini menunjukkan ada tujuh wakil Indonesia yang memetik kemenangan.


Mereka menyusul langkah enam wakil Tanah Air lain yang lebih dulu menggenggam tiket 16 besar setelah melakoni babak 32 besar pada hari pertama, Selasa (29/7/2025) kemarin.

Di satu sisi, kemenangan Alwi dan Ubed akan memastikan satu tiket perempat final menjadi milik Indonesia.


Sebab, dua pemain muda potensial itu akan saling berhadapan pada babak 16 besar dari ajang bertaraf BWF World Tour Super 300 ini.

REKAP HASIL MACAU OPEN 2025Lanjutan Babak Pertama, Rabu (30/7/2025)MS: Moh Zaki Ubaidillah vs Mads Christophersen (Denmark): 21-19 21-16

  • MS: Alwi Farhan (5) vs Cheam June Wei (Malaysia): 21-16 21-14
  • MS: Yohanes Saut Marcellyno vs HS Prannoy (India): 18-21 21-15 21-16
  • MS: Chico Aura Dwi Wardoyo vs Rithvik Sanjeevi Satish Kumar (India): 21-16, 21-8
  • WS: Komang Ayu Cahya Dewi vs Han Qian Xi (China): 17-21 22-20 15-21
  • XD: Hoo Pang Ron/Cheng Su Yin (Malaysia/3) vs Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti 21-14 16-21 21-17
  • XD: Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil (8) vs Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari: 20-22 21-18 21-10
  • XD: Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja (4) vs Ayush Agarwal/Shruti Mishra (India): 21-10 21-11
  • XD: Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (6) vs Sathish Kumar Karunakaran/Aadya Variyath (India): 21-18 23-21

Bayern Munich Resmi Kenalkan Luis Diaz, Kontrak Hingga 2029

Bayern Munich Resmi Kenalkan Luis Diaz, Kontrak Hingga 2029

pradasports- Juara bertahan Liga Jerman, Bayern Muenchen, resmi memperkenalkan Luis Diaz sebagai rekrutan anyar di bursa transfer musim panas 2025, Rabu (30/7/2025).


Bayern Muenchen mendatangkan Luis Diaz dari Liverpool dengan mahar sebesar 75 juta euro atau setara Rp 1,4 triliun.

Die Bavarian, julukan Bayern Munchen, mengikat Diaz dengan kontrak berdurasi empat tahun.

Dengan demikian, eks penyerang sayap Liverpool itu akan memperkuat Bayern Munchen hingga 30 Juni 2029.


Setelah diperkenalkan oleh klub, Luis Diaz mengungkapkan perasaan bahagianya bisa menjadi bagian dari Bayern Munchen.


Pemain dengan julukan Lucho itu juga berjanji untuk membantu tim memenangkan banyak gelar dengan kemampuan yang dimilikinya.

Selain itu, Diaz mengakui Bayern Munchen sebagai salah satu klub terbesar di dunia, khususnya Eropa.


Terbukti, tim yang bermarkas di Allianz Arena itu memperoleh enam trofi Liga Champions, 34 gelar Liga Jerman, dan 20 trofi DFB Pokal.

"Saya sangat bahagia, menjadi bagian dari FC Bayern sangat berarti bagi saya," ungkap Luis Diaz dikutip dari laman resmi Bayern Munchen pada Rabu (30/7/2025).


"Mereka adalah salah satu klub terbesar di dunia. Saya ingin membantu tim baru saya dengan gaya bermain sepak bola dan karakter saya."

"Tujuan saya adalah memenangkan setiap gelar yang mungkin, dan itulah yang akan kami upayakan setiap hari sebagai sebuah tim," lanjutnya.

Luis Diaz Pencetak Gol Andal

Di sisi lain, Christoph Freund selaku Direktur Olahraga Bayern Muenchen mengungkapkan alasannya menginginkan kedatangan Diaz.


Menurutnya, pemain berusia 28 tahun itu merupakan sosok pencetak gol yang andal dan pekerja keras.

Terbukti, Luis Diaz telah mengoleksi 41 gol dan 23 assist dari seluruh laga yang dijalani dengan Liverpool sejak 2022


Selain itu, Diaz dinilai sebagai pemain yang serba bisa, punya kecepatan, dan mampu menghadirkan gaya bermain yang berbeda.

"Luis menciptakan ancaman gol yang nyata dan merupakan pencetak gol yang andal, sekaligus bekerja sangat keras untuk timnya," kata Freund.


"Dia cepat, pesepak bola serbabisa, dan menghadirkan gaya bermain yang intens. Dia juga mendapatkan banyak pengalaman di level tertinggi bersama Liverpool dan tim nasional Kolombia."


"Luis Diaz mewakili paket lengkap yang akan memukau para penggemar kami," tutup Direktur Olahraga Bayern Muenchen itu.


PARADA4D: Link Alternatif Slot77 Resmi terpercaya 2025

Hasil Macau Open 2025 - Rehan/Gloria Menang, dengan Waktu Singkat 26 Menit

Hasil Macau Open 2025 - Rehan/Gloria Menang, dengan Waktu Singkat 26 Menit

pradasports- Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja melewati babak pertama Macau Open 2025 tanpa halangan berarti.


Kemenangan mudah diraih ganda campuran besutan PB Djarum pada laga babak 32 besar yang digelar di Macao East Asian Games Dome, Makau, Rabu (30/7/2025).


Menghadapi wakil nonunggulan asal India, Ayush Agarwal/Shruti Mishra, Rehan/Gloria sukses memetik kemenangan super dominan.

Mereka tancap gas sejak awal laga. Perbedaan kelas dan kualitas pukulan dengan lawan cukup jomplang.


Rehan/Gloria tak pernah sekalipun tertinggal dan berhasil memastikan kemenangan straight game.

Rehan/Gloria memulai laga dengan meyakinkan. Mereka berhasil menyetir kendala permainan hingga unggul cepat 6-2.


Pasangan Indonesia memimpin hingga jauh bahkan setelah interval.


Tidak ada daya dari wakil India yang hanya terus bisa bertahan melawan gempuran serangan Rehan/Gloria.


Rehan/Gloria bahkan sampai memimpin jauh 15-5.


Ya, pasangan India dikunci di angka 5 cukup lama, laju pertandingan juga cepat karena poin didapat Rehan/Gloria dengan cukup mudah.


Rehan/Gloria bahkan menuntaskan gim pembuka dengan sangat kilat, hanya 10 menit selesai dengan membukukan skor 21-10.


Pada gim kedua, Rehan/Gloria semakin menggila.

Smes terus diarahkan ke arah Mishra yang mudah ditembus.

Pasangan Merah Putih itu bahkan memimpin dengan telak 11-2.

Tidak ada daya dari lawan yang bisa membalikkan serangan Rehan/Gloria.

Duet didikan Vita Marissa terus memimpin hingga unggul 16-8.


Rehan/Gloria sama sekali tidak memberikan kesempatan lawan untuk berkembang. Mereka konsisten memberikan tekanan dan agresivitas yang lebih intens.


Pasangan Indonesia mengunci kemenangan dengan skor 21-10, 21-11 hanya dalam durasi 26 menit.

Jadwal MotoGP Australia 2025 - Fabio Quartararo Klaim Saat ini Tak ada Pembalap Selevel Marc Marquez

 

Jadwal MotoGP Australia 2025 - Fabio Quartararo Klaim Saat ini Tak ada Pembalap Selevel Marc Marquez

pradasports- Setelah istirahat usai MotoGP Ceko 2025, MotoGP 2025 kembali bergulir di bulan Agustus.


MotoGP 2025 memasuki putaran kedua yang dimulai dengan seri ke 13 di Sirkuit Spielberg, Austria.

MotoGP Austria 2025 akan berlangsung setelah para pebalap berlibur selama lebih kurang 24 hari.

MotoGP Austria 2025 akan berlangsung pada tanggal 15-17 Agustus 2025. 


Di tengah liburan musim panas setelah putaran pertama MotoGP 2025 selesai, pebalap Yamaha asal Prancis melakukan wawancara dengan media spanyol AS.

Dalam wawancara itu seperti dikutip dari crash.net, melansir laporan AS, Fabio Quartararo menyebut Marc Marquez "tak terkalahkan" dalam beberapa kondisi di MotoGP.


Namun, ia yakin dengan mesin yang setara, ia memiliki potensi untuk menjadi sangat cepat melawannya.

Selama musim debutnya di tahun 2019 bersama Petronas SRT Yamaha, Fabio Quartararo bertarung sengit dengan Marc Marquez di beberapa balapan, keduanya terlibat duel di lap terakhir di Misano dan Buriram tahun itu.

Ini diharapkan menjadi awal perebutan gelar antara keduanya di tahun-tahun berikutnya, sebelum Marc Marquez kemudian mengalami cedera parah pada lengan kanannya di Grand Prix Spanyol 2020.


Memenangkan gelar juara dunia pada tahun 2021, Fabio Quartararo tetap menjadi salah satu pembalap dengan peringkat tertinggi di grid meskipun performa Yamaha menurun.


Pembalap asal Prancis itu sudah meraih empat pole position dan dua podium sepanjang tahun 2025 ini.

Dalam sebuah wawancara dengan media Spanyol AS, Quartararo menilai peluangnya untuk melawan Marquez sama-sama tinggi.


"Dalam kondisi yang jarang terjadi, dia hampir tak terkalahkan, tetapi di lintasan kering kami bisa memberinya beberapa masalah," katanya kepada AS.

"Dengan kecepatan murni, saya berpotensi menjadi sangat cepat."


Membahas lebih lanjut tentang Marc Marquez, Fabio Quartararo menyamakan performa juara dunia delapan kali itu saat ini dengan seorang pemain di gim video FIFA dengan level keterampilan maksimal.


"Ketika saya berbicara tentang dia, saya tidak melakukannya untuk terlihat bagus atau terlihat buruk," katanya.

"Saya pikir tidak ada seorang pun yang selevel Marquez saat ini. Saya tidak hanya merujuk sekarang tetapi dalam 10 tahun terakhir."


"Itu terjadi dalam segala hal, di lintasan basah, kering, dengan satu lengan [cedera parah], dengan yang lain... dia melaju cepat dalam segala situasi dan menjadi contoh, karena ada hal-hal yang sulit bagi saya, seperti ketika ada bercak-bercak air.


"Saya tidak senyaman dia dan dia melakukan segalanya dengan maksimal. Ini seperti FIFA, Anda bisa memiliki semua pemain Anda dengan [level] 99."


Dalam wawancara yang sama, Quartararo menyoroti Pecco Bagnaia dan Alex Marquez - rival terdekat Marc Marquez - sebagai dua pebalap lain yang paling ia perhatikan di tahun 2025.


Setelah 12 putaran, Marc Marquez memimpin klasemen atas Alex Marquez dengan selisih 120 poin setelah delapan kemenangan grand prix dan 11 kemenangan sprint.

.
PARADA4D: Link Alternatif Situs Slot Gacor Slot77 Resmi Terpercaya

Jadwal MotoGP Austria 2025

Jumat, 15 Agustus 2025

  • Pukul 13:30-13:45 WIB - Free Practice MotoE
  • Pukul 14:00-14:35 WIB - Free Practice 1 Moto3
  • Pukul 14:50-15:30 WIB - Free Practice 1 Moto2
  • Pukul 15:45-16:30 WIB - Free Practice 1 MotoGP
  • Pukul 17:35-17:50 WIB - Practice MotoE
  • Pukul 18:15-18:50 WIB - Practice Moto3
  • Pukul 19:05-19:45 WIB - Practice Moto2
  • Pukul 20:00-21:00 WIB - Practice MotoGP
  • Pukul 22:00-22:10 WIB - Kualifikasi 1 MotoE
  • Pukul 22:20-22:30 WIB - Kualifikasi 2 MotoE

Sabtu, 16 Agustus 2025

  • Pukul 13:40-14:10 WIB - Free Practice 2 Moto3
  • Pukul 14:25-14:55 WIB - Free Practice 2 Moto2
  • Pukul 15:10-15:40 WIB - Free Practice 2 MotoGP
  • Pukul 15:50-16:05 WIB - Kualifikasi 1 MotoGP
  • Pukul 16:15-16:30 WIB - Kualifikasi 2 MotoGP
  • Pukul 17:15 WIB - Race 1 MotoE (7 Laps)
  • Pukul 17:50-18:05 WIB - Kualifikasi 1 Moto3
  • Pukul 18:15-18:30 WIB - Kualifikasi 2 Moto3
  • Pukul 18:45-19:00 WIB - Kualifikasi 1 Moto2
  • Pukul 19:10-19:25 WIB - Kualifikasi 2 Moto2
  • Pukul 20:00 WIB - Sprint Race MotoGP Austria (14 Laps)
  • Pukul 21:10 WIB - Race 2 MotoE (7 Laps)

Minggu, 17 Agustus 2025

  • Pukul 16:00 WIB - Race Moto3 (20 Laps)
  • Pukul 17:15 WIB - Race Moto2 (23 Laps)
  • Pukul 19:00 WIB - Race MotoGP (28 Laps)

Timnas U23 Indonesia Tetap Dapat Bonus Ratusan Juta Meski Gagal Juara ASEAN Cup U-23 2025

Timnas U23 Indonesia Tetap Dapat Bonus Ratusan Juta Meski Gagal Juara ASEAN Cup U-23 2025

pradasports- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Maruarar Sirait, mengaku akan memberikan apresiasi berupa bonus kepada Timnas U-23 Indonesia meski gagal juara ASEAN Cup U-23 2025.


Timnas U-23 Indonesia menelan kekalahan 0-1 dari Vietnam dalam laga final ASEAN Cup U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (29/7/2025).

Hasil ini membuat Timnas U-23 Indonesia harus puas menjadi runner-up.

Walaupun gagal meraih gelar juara ASEAN Cup U-23 2025, Timnas U-23 Indonesia dipastikan tetap mendapatkan bonus.

Maruarar Sirat memastikan akan memberikan bonus kepada para pemain dan tim kepelatihan.


Dia mengaku bahwa dirinya tetap bangga melihat Kadek Arel dan kawan-kawan yang berjuang hingga akhir turnamen melawan Vietnam.

Walaupun Tim Merah Putih menelan kekalahan dalam laga ini, dia merasa senang melihat Garuda Muda yang tak menyerah hingga akhir.


“‎Saya bangga dengan anak-anak muda Indonesia. Tadi saya berunding sama Joshua, anak saya. Biasa dalam hidup, kalah dan menang itu biasa,” ujar Maruarar Sirat kepada awak media termasuk BolaSport.com di SUGBK, Jakarta, Selasa (29/7/2025).


“Mereka bisa menerima hasil hari ini dan saya yakin ke depan dengan doa dan usaha, tim bisa bangkit kembali,” ucapnya.

Dengan rasa bangga kepada perjuangan Tim Merah Putih ini, Maruarar Sirait pun akan mengelontorkan bonus kepada Timnas U-23 Indonesia.


Dia mengaku setelah berbicara dengan sang anak, Yoshua Sirait, mereka memutuskan akan memberikan bonus kepada para pemain dan pelatih.

Pria yang akrab disapa Ara itu mengaku akan memberikan bonus sebesar Rp100 juta untuk setiap pemain dan Rp300 juta untuk setiap pelatih.


Bonus ini diberikan untuk mengapresiasi para pemain Timnas U-23 Indonesia yang melaju ke final.


Walaupun gagal menjadi juara, dia berharap bonus yang diberikan ini bisa menjadi pelecut semangat buat para pemain untuk lebih baik ke depannya.

“‎Seperti Pak Presiden Prabowo selalu bilang, semangat untuk mendapatkan yang terbaik,” kata Ara.


“Tadi kami ngomong sama anak saya, Joshua, bagaimana kalau kita juga tetap perhatikan. Walaupun timnas kita belum berhasil, kami memberikan bonus kepada setiap pemain 100 juta rupiah dan kepada pelatih, satu orang 300 juta rupiah,” jelasnya.


Pria yang juga menjadi Ketua Steering Committe (SC) Piala Presiden 2025 itu mengaku akan memberikan bonus kepada para pemain dan pelatih Timnas U-23 Indonesia ini dari kantong pribadi.

Sumber dana bonus ratusan juta itu dipastikan berasal dari dirinya sendiri.

“‎Ya, uangnya uang dari pribadi saya. Jadi saya sangat bangga dengan apa yang mereka capai dan bangkit kembali ya. Kami bersama dan kalian tidak sendirian. Saya mendukung dengan hati,” tutur Ara.

PARADA4D - Situs Resmi Slot77 Mudah menang

Sekadar informasi, Timnas U-23 Indonesia memang gagal menjuarai ASEAN Cup U-23 2025.

Akan tetapi, perjuangan Garuda Muda akan kembali dimulai pada September mendatang.

Pasalnya, Kadek Arel dan kawan-kawan ini dipastikan bakal bermain lagi di dua turnamen penting.

Garuda Muda masih memiliki agenda penting yakni Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 yang direncanakan bergulir di Sidoardjo, Jawa Timur, pada 3-9 September 2025.

Baca Juga: Hasil Final Piala AFF U23 - Vietnam Juara Usai Tekuk Inonesia 1-0

Kemudian Timnas U-23 Indonesia juga akan bermain di SEA Games 2025 yang berlangsung di Thailand pada Desember 2025.

Hasil Final Piala AFF U23 - Vietnam Juara Usai Tekuk Inonesia 1-0

Hasil Final Piala AFF U23 - Vietnam Juara Usai Tekuk Inonesia 1-0

pradasports- Timnas Indonesia U-23 menyerah 0-1 atas Vietnam di final Piala AFF U-23 2025. Vietnam pun keluar sebagai juara dalam tiga edisi terakhir secara beruntun.


Final Piala AFF U-23 2025 mempertemukan Indonesia U-23 Vs Vietnam U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Selasa (29/7/2025). Kickoff dimulai pukul 20.00 WIB.

Vietnam membuka gol pada menit ke-37 lewat Nguyen Cong Phuong. Gol itu lahir lewat kreasi sepak pojok yang gagal disapu Indonesia.


Babak kedua, Indonesia coba mengambil alih dominasi permainan. Namun sejumlah percobaan yang dilakukan masih dengan mudah dibaca pemain Vietnam.

Tensi permainan meninggi dengan pemain Indonesia terpancing profokasi pemain Vietnam. Indonesia pun tidak menciptakan peluang berbahaya ke gawang Vietnam hingga menit ke-55.


Peluang baru didapat Indonesia menit ke-60 lewat sepak pojok. Kemelut di jantung pertahanan sempat terjadi, namun wasit menganggap terjadi pelanggaran.


Tiga menit berselang, Dony Tri Pamungkas melepaskan tendangan keras. Sayang masih membentur pemain belakang Vietnam.


Indonesia kembali mendapat peluang lewat lemparan jauh dari Roby Darwis menit ke-77. Vietnam terlihat kesulitan mengatasinya, namun tendangan Kakang tidak menemui sasaran.


Roby Darwis melakukan percobaan menit ke-79. Tendangan jarak jauhnya melebar dari gawang Vietnam.


Giliran Arkhan Vikri yang baru masuk menciptakan peluang lewat set piece. Namun tendangan pleasingnya juga melambung jauh.


Hingga peluit panjang dibunyikan wasit tidak ada gol yang tercipta, meski Indonesia terus menekan. Indonesia pun kalah 0-1 dari Vietnam.


Kekalahan ini membuat Indonesia gagal membalas kekalahan dari Vietnam pada final Piala AFF U-23 2023 edisi sebelumnya. Sementara Vietnam keluar menjadi juara dalam tiga edisi terakhir secara beruntun.

Susunan Pemain

Indonesia U-23 (5-3-2)

Muh Ardiansyah (GK); Kakang Rudianto, Kadek Arel (C), Muhammad Ferarri, Dony Tri Pamungkas, Frengky Missa (Achmad Maulana 60'); Robi Darwis, Dominikus Dion (Arkhan Vikri 81'), Rayhan Hannan; Rahmat Arjuna (Hokky Caraka 85'), Jens Raven

Pelatih: GeraldVanenburg


Vietnam U-23 (3-4-2-1)

Tran Trung Kien; Pham Ly Duc, H Nguyen, Nguyen Nanh Min; Vo Anh Quan, Nguyen Van Truong, Nguyen Xuan Bac (Nguyen Thai Son 82'), P Nguyen; Nguyen Cong Phuong (Le Van Thuan 68'), Khuat Van Khang (Le Viktor 69'); Nguyen Dinh Bac

Pelatih: Kim Sang-sik

Ranking BWF Update Terbaru - Jafar/Felisha Mendekati 10 Besar Dunia

Jafar/Felisha Mendekati 10 Besar Dunia 

pradasports- Perubahan pemain nomor satu dunia kembali terjadi pekan ini dalam updatre ranking dunia Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).


BWF telah merilis daftar peringkat pebulu tangkis terbaru yang memasuki pekan ke-31 tahun ini pada Selasa (29/7/2025).


Satu pemain ranking satu dunia kembali lengser setelah pekan lalu ganda putra Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani, yang ditendang.


Kali ini perubahan takhta terjadi pada sektor tunggal putra.


Tunggal putra Thailand, Kunlavut Vitidsarn, harus merelakan status pemain nomor satu setelah tersingkir pada perempat final China Open 2025.


Vitidsarn dikalahkan pemain Taiwan, Chou Tien Chen, dengan skor 17-21, 11-21.


Vitidsarn bak merasakan tekanan sebagai pemain nomor satu hingga akhirnya hanya mampu mempertahankannya selama delapan pekan saja.


Apalagi, juara dunia tunggal putra itu juga harus melakoni laga berdarah-darah pada babak pertama turnamen BWF World Tour Super 1000 itu.


Vitidsarn harus berjibaku selama tiga gim penuh saat bersua tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan.


"Pertandingannya yang sangat sulit, dan sangat sulit untuk mengendalikan kok dengan angin di arena," ucap Vitidsarn, dilansir dari BWFBadminton.com.


"Saya merasakan banyak tekanan sejak saya menjadi pebulu tangkis nomor satu dunia," ujar pemain berusia 24 tahun itu.

Vitidsarn bahkan mengakui permainan Alwi yang menyulitkan walau akhirnya menang dengan skor akhir 10-21, 21-15, 21-18.


"Saya melihatnya saat ia masih junior, wow, ia (Alwi) pemain yang fantastis," kata Vitidsarn yang hampir kehilangan keunggulan besar pada gim ketiga.


"Semuanya bagus, permainan menyerang dan bertahan."


"Hari ini adalah peristiwa besar bagi saya dan dia, dan saya sangat senang karena pekan lalu saya kalah di babak pertama," ujar Vitidsarn.


Posisi pemain nomor satu tunggal putra sekarang ditempati pemain China, Shi Yu Qi, yang keluar sebagai kampiun China Open 2025.


China Open 2025 menjadi ajang BWF World Tour Super 1000 ketiga yang dimenangi Shi Yu Qi tahun ini setelah Malaysia Open 2025 dan All England Open 2025.


Beralih ke sektor ganda campuran, harapan baru pasangan Indonesia tertuju kepada duet Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.


Jafar/Felisha kembali mencatatkan pencapaian manis lainnya pada tahun ini setelah meraih medali perunggu Kejuaraan Asia 2025.


Pasangan muda itu untuk pertama kali mencapai babak semifinal pada ajang Super 1000 di China Open 2025.


Hasil tersebut memberikan tambahan 9500 poin bagi Jafar/Felisha yang mengantarkan ke peringkat 11 dunia.


Tambahan poin pada China Open bahkan lebih besar daripada yang didapat oleh Jafar/Felisha pada Kejuaraan Asia.


Maklum, China Open 2025 bukan turnamen Super 1000 biasa karena menawarkan hadiah uang yang jauh lebih besar yaitu 2 juta dolar AS sedangkan standarnya 1,45 juta dolar.


Selanjutnya, Jafar/Felisha akan tampil sebagai debutan pada Kejuaraan Dunia 2025 yang digelar di Paris, Prancis pada 25-31 Agustus 2025.


"Setelah ini (China Open) alihkan pikirannya ke turnamen berikutnya, pertandingan yang besar, Kejuaraan Dunia," kata Felisha dalam rilis resmi PBSI.


"Kami akan evaluasi, besar atau kecil dari turnamen ini untuk dapat yang lebih baik lagi."


"Kami cukup senang dengan apa yang kami tampilkan di sini, kami bisa mengimbangi pasangan-pasangan top."


"Kami merasa level kami sudah tidak terlalu jauh dengan mereka, hanya kami perlu lebih konsisten lagi di lapangan," ujar Felisha percaya diri.


UPDATE RANKING BWF PEKAN KE-31 (29/7/2025)Hanya 10 Besar Dunia dan Pemain Indonesia di 50 Besar (Tunggal Putra dan Ganda Campuran).

Tunggal Putra

1. Shi Yu Qi (China) 102,317 poin

2. Kunlavut Vitidsarn (Thailand) 95,079

3. Anders Antonsen (Denmark) 94,353

4. Li Shi Feng (China) 81,078

5. Chou Tien Chen (Taiwan) 78,769

6. Jonatan Christie (Indonesia) 76,514

7. Alex Lanier (Prancis) 67,821

8. Loh Kean Yew (Singapura) 66,719

9. Viktor Axelsen (Denmark) 66,140

10. Kodai Naraoka (Jepang) 65,094

...

25. Alwi Farhan (Indonesia) 44,930

48. Chico Aura Dwi Wardoyo (Indonesia) 28,550

49. Moh Zaki Ubaidillah (Indonesia) 28,005

PARADA4D: Link Alternatif Situs Slot Gacor Slot77 Resmi Terpercaya

Ganda Campuran

1. Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China) 98,757 poin

2. Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (China) 95,852

3. Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia) 85,013

4. Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran (Thailand) 84,565

5. Tang Chun Man/Tse Ying Suet (Hong Kong) 81,804

6. Guo Xin Wa/Chen Fang Hui (China) 74,560

7. Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis) 73,964

8. Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (Malaysia) 72,998

9. Hiroki Midorikawa/Natsu Saito (Jepang) 69,628

10. Jesper Toft/Amalie Magelund (Denmark) 63,306

...

11. Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (Indonesia) 58,470

14. Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja (Indonesia) 54,390

19. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (Indonesia) 46,540

25. Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil (Indonesia) 40,760

35. Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari (Indonesia) 36,288

45. Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata (Indonesia) 28,430

46. Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti (Indonesia) 27,340

49. Zaidan Arrrafi Awal Nabawi/Jessica Maya Rismawardani (Indonesia) 26,260

Prediksi Final Piala AFF U23 2025 - Indonesia vs Vietnam , ini Dia Susunan Pemain, Head to Headnya

Prediksi Final Piala AFF U23 2025 - Indonesia vs Vietnam , ini Dia Susunan Pemainnya

pradasports- Timnas Indonesia U-23 akan bentrok dengan Vietnam dalam laga puncak Piala AFF U-23 2025, Selasa (29/7). Berikut prediksi susunan pemain Timnas Indonesia U-23 vs Vietnam pada final Piala AFF U-23 2025.


Dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, ini kiper yang bakal dipercaya Gerald Vanenburg kemungkinan besar adalah Muhammad Ardiansyah.

Untuk lini tengah, satu posisi hampir pasti milik Robi Darwis. Sisanya, ada potensi diberikan kepada Muhammad Ferarri dan Victor Dethan. Ferarri main efektif di posisi ini saat lawan Thailand.

Pemain PSM Makassar ini hanya absen saat melawan Malaysia. Ia tak tampil karena mengalami kendala. Setelah pulih, Ardiansyah kembali jadi pilihan menggantikan Cahya Supriyadi.

Untuk trisula lini depan, komposisinya tak akan jauh dari Rayhan Hannan, Jens Raven, dan Rahmat Arjuna. Hanya Raven yang kondisinya kurang prima dan bisa saja dicadangkan.


Jika Raven tak starter, Hokky Caraka jadu pilihan paling realistis untuk lini depan. Meski belum mencetak gol, Hokky punya naluri dan harus main ngotot dibanding sebelumnya.


Pemain lainnya, seperti Althaf Indie dan Yardan Yafi, juga punya kans dimainkan. Utamanya Althaf bisa menjadi kejutan bagi Vietnam karena kecepatannya menyisir sisi sayap.

Vietnam akan bertanding dengan status juara bertahan dua edisi terakhir tahun 2022 dan 2023. Tim berjuluk Golden Star Warriors berambisi mencetak sejarah menjadi tim pertama yang meraih tiga gelar beruntun di ajang ini.

Tim asuhan Kim Sang-sik tampil impresif selama turnamen. Mereka berhasil membalikkan keadaan untuk menyingkirkan Filipina dengan skor 2-1 di semifinal. Permainan cepat dengan dominasi lini tengah dan daya juang tinggi menjadi kekuatan utama Vietnam.

Para pemain seperti Nguyen Dinh Bac dan Nguyen Xuan Bac menjadi tulang punggung di lini serang. Kedua pemain sering kali mampu menciptakan peluang dari bola mati maupun skema permainan terbuka.

Baca Juga: PSSI Janjikan Akan Memberikan Bonus Untuk Garuda Muda U23 Jika Juarai ASEAN Cup 2025

Head-to-Head

  • 26/08/2023 - Indonesia vs Vietnam 0-0 (6-5 penalti) Piala AFF U-23 2023
  • 06/05/2022 - Vietnam vs Indonesia 3-0 SEA Games 2022
  • 10/12/2019 - Indonesia vs Vietnam 0-3 SEA Games 2019
  • 01/12/2019 - Vietnam vs Indonesia 2-1 SEA Games 2019
  • 24/03/2019 - Indonesia vs Vietnam 0-1 Piala AFC U-23 2019

Perkiraan Susunan Pemain Utama

Vietnam U-23 (3-4-3): Tran Trung Kien; Phm Le Van Ha, Nguyen Huu Duc, Nguyen Ngc Anh; Vo Anh Quan, Nguyen Xuan Bac, Nguyen Van Truong, Nguyen Phi Hoang; Khuat Van Khang, Nguyen Cong Phuong, Nguyen Dinh Bac

Pelatih: Kim Sang-sik


Indonesia U-23 (4-3-3): Muhammad Ardiansyah; M. Alfharezzi Buffon, Kakang Rudianto, Kadek Arel Priyatna, Dony Tri Pamungkas; Arkhan Fikri, Robi Darwis, Rayhan Hannan; Victor Dethan, Rahmat Arjuna, Jens Raven

Pelatih: Gerald Vanenburg
PARADA4D: Link Alternatif Slot77 Resmi Terbaik Terpercaya